Senin, 09 Juni 2014

Efek kekurangan asam askobat


Efek kekurangan asam askobat
Anemia
Panyakit ini memiliki gejala kurang energi, lemas, mudah mengantuk, dan pada kondisi yang lebih parah dapat menyebabkan nafas tersengal-sengal kemudian pingsan. Anemia sendiri adalah penyakit dimana tubuh kekurangan sel darah merah. Sel darah merah dihitung dalam jumlah hemogoblin. Biasanya juga terjadi pada wanita saat menstruasi atau masa kehamilan. Untuk menanganinya biasanya mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung zat besi. Dengan mengkonsumsi juga vitamin C untuk dapat mempermudah penyerapan zat besi tersebut. Konsumsi zat besi bisa pada ikan, daging dan sayur-sayuran.
Pendarahan Internal (haemorhages)
Pendarahan ini biasanya pada pendarahan kelopak mata, selaput jala mata, dan memungkinkan untuk mengakibatkan katarak. Saat kekurangan vitamin C maka pembuluh darah yang berada pada sekitar mata akan sulit melunak sehingga terjadi pendarahan dalam. Vitamin C inilah yang berfungsi dalam melunakkan pembuluh darah, serta memelihara sel-sel yang ada. Serta melindungi mata pada oksidasi yang ada sehingga mata tidak mudah mengalami penyakit pendarahan internal. Mengkonsumsi vitamin C harian mampu mencegah dari pendarahan internal ini.
Radang Gusi (Gingivitis)
Biasanya radang gusi bermula dari plak yang mengendap dan menjadi karang gigi. Akibat dari penggunaan benang permbersih gigi. Kemudian karang gigi tersebut mengakibatkan gusi berdarah. Selain itu, kekurangan vitamin C menyebabkan gusi mudah berdarah sehingga peradangan pun terjadi. Gusi meradang yaitu gusi akan tampak lebih merah dari gusi yang lain, gusi akan tampak bengkak dan jika disentuh mudah digerakkan, lalu merasa nyeri dan gusi mulai berdarah. Konsumsi vitamin C untuk menanggulangi adanya radang gusi ini.
Tulang Menjadi Kurang Stabil
Kurangnya konsumsi vitamin C juga dapat mengakibatkan perubahan pada tulang rawan yang mendukung tulang biasa. Walaupun sebenarnya mengkonsumsi kalsium juga mampu dalam pembentukan tulang menjadi stabil namun kekurangan vitamin C dapat mempengaruhi penyakit-penyakit yang menyerang tulang. Dengan kurangnya vitamin C maka hubungan antar jaringan tubuh terutama antar tulang terganggu. Di sini tulang rawan dan tulang biasa hubungannya akan terganggu. Sehingga pemberian vitamin C tetap harus dilakukan untuk mencegah tulang menjadi kurang stabil.
Kerusakan pada Jaringan Jantung
Jantung juga menjadi lebih kuat dengan mengkonsumsi rutin vitamin C ini. Saat konsumsi vitamin C berkurang, maka susunan sel pada pembuluh darah pun rusak, kerusakan pun akhirnya terjadi pada dinding-dinging jantung. Sel yang rusak akan diisi oleh kolesterol dan penyakit jantung pun bisa terjadi dengan banyaknya kolesterol yang terisi pada sel yang rusak ini. Sehingga otot jantung pun melemah. Mengkonsumsi vitamin C inilah yang akan menyehatkan otot jantung yang terdiri dari jaringan pembuluh darah dan memacu kolesterol yang dibuang melalui asam empedu.
Dampak pada bayi
Pada bayi yang berusia 6-12 bulan, kekurangan vitamin C dalam susu formula atau makanan padatnya dapat menyebabkan scurvy. Gejala awal rewel, nyeri apabila badannya bergerak, kehilangan nafsu makan dan tidak mengalami penambahan berat badan. Tulang-tulangnya tipis atau sendi-sendinya menonjol, terjadinya pendarahan dibawah jaringan pelindung tulang dan disekitar gigi.  Pada orang dewasa scurvy dapat terjadi apabila melakukan diet, yang hanya mengandung daging tepung atau teh, roti bakar dan sayuran kalengan, merupakan makanan yang dimakan oleh orang tua yang tidak nafsu makan. Setelah beberapa bulan mengkonsumsi makanan tersebut, akan terjadi pendarahan dibawah kulit, terutama disekitar akar rambut, dibawah kuku jari tangan, disekitar gusi dan dalam persendian. Penderita akan tampak defresi, lelah dan lemah. Tekanan darah dan denyut jantung menjadi naik turun (berfluktuasi).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar